to the 'W

Daisypath Wedding tickers

13 Jan 2015

Mari NGIJO



Mari NGIJO

Setelah posting foto mengenai pritilan ngijo di instagram, berikut adalah cerita saya mengenai usaha kami (stidaknya saya dan malorry) untuk lebih ramah pada bumi.
Sejak SMU, saya memang melatih diri sendiri untuk berlatih disiplin pada hal-hal kecil. Salah satu diantaranya adalah mengurangi sampah, bertindak lebih rapi, dan ekonomis (hehehe... tetep ada yang ini). 
Instagram media by indra.wsd - Learning to be eco friendly :) #clothdiapers  #bonepad #ecoball #laundryball #cluebebe #menspad sejak ada #keepingupwithmalorry  sy jadi lebi belajar jaga bumi... skaligus bertindak ekonomis. Mengurangi sampah, recycle, reuse. Checking out my next blogg y tentang kami blajar ngijooo

1.   Bawa kantong belanja sendiri
Kemana2 bawaan emak ini yang wajib adalah kantong kain. Multifungsi, dan bisa dipakai kembali, kotor tinggal dicuci. Jadi ketika nginjek tempat belanja, maka pemakaian plastik bisa dikurangi. Tolak plastik slama kita bisa.
2.   Kantongi sampah
Seperti refleks, pada beberapa orang, apabila tidak ada tempat sampah=bisa buang sampah dimana saja. Alhamdulillah reflek sy sudah berubah, bungkus permen atau makanan kemasan-pun akan saya kantongin dan bawa ngalor ngidul di tas, apabila tidak ada tempat sampah. Atau reflek teriak ‘JANGANNNNNN!!!!’ sambil nutup muka *hmmm... that’s too much* yang sering mendapat teriakan ini siapa lagi kalo bukan suami saya sendiri, dan yangma, dengan kejadiannya mostly di mobil hahaha
3.   Closet stripping
Tiap 3-6 bulan sekali setidaknya, coba lihat lemari baju anda.... tratatatata.... kadang g berasa baju kita menggunung sejak jaman purba sampai sekarang (berasa baju banyak, tapi masih beli2 juga).  Dengan stripping kita bisa memilah-milah baju mana yang masih benar-benar dipakai, bisa mixmatch baju lama, menyadarkan diri baju jenis apa yang benar2 perlu dibeli (jadi minimazing tindakan konsumtif). Pisah-pisahkan baju menurut jenis, warna, atau bahan. Apalagi sekarang saya di kontrakan yang segede kombong miniatur gajah mini, dituntut lebih kreatif ngatur dan membatasi baju supaya tidak menggunung di rumah #sick. Sebulan sekali sekarang, lemari baju kembali diobrak abrik, baju2 yang loose dengan bahan ‘terbang2 tidak akan dipakai selama musim dingin, eh hujan. Sebaliknya... baju2 anget IN! Kalau bosan dengan baju2 tertentu, sy lebi sering ngakalin (permak) baju lama sebelum bener2 beli hihihi...
4.   Pakai kertas bolak balik
Ini Point yang masi sering menjadi masalah, karena si Ayah sering tidak sabaran comot kertas, entah sekedar untuk coret2 atau nyatet pesanan makan, smua dilakukan di kertas baru. Padahal saya sudah memberi label kertas re-USE.
5.   Pritilan pro IJO
Tralalalallala....... Ini adalah hal2 baru yang akhirnya sy pakai sebagai pritilan pro-IJO
CLODI, semua berawal dari nona bebi yang membutuhkan lebih dari sekedar celana. Pakai pospak g sehat, pantatnya ruam (dan mahal bu ibu jatohnya), pake celana biasa, sy hanya emak biasa yang belum mampu mampu menghadapi ompolan nona bebi menggenang dimana2 *crying outloud*. Syukurlah ada clodi, sebuah penemuan luar biasa abad ini, penyelamat ibu2 semacam saya.
Celana popok ini mampu menampung pipis sampai 100cc (tergantung insert penyerapnya). Modelnya lucu2 (yang pada akhirnya sy pikir tidak ada guna, karena lorry selalu pake celana luaran). Harga sekitar 50-70k, each. Mahul ya jengggg klo dilihat diawal, tapi percayalah, ini investasi yang amat bermanfaat. Merke bisa bermacam2. Saya si pilih merk lokal aja yang affordable dan dayanya ga kalah sama clodi impor. GG, Pempem, Klodiz, Cluebebe, dll... the best so far bebibum, pumpkins sama GG untuk daya hisap dan anti kocar kacirnya =). Lorry skrg punya skitar 20 varian clodi.

20x70k (ambilah rata2 skian, kurleb) = 1.400.000

Lama pemakaian? Bisa puluhan kali, bisa diwariskan, bisa dijual (berlaku untuk clodi2 impor kali ya). Bisa dibandingkan pengeluaran kalau menggunakan pospak.
Lihat.... menggiurkan bukan? Hehehehe

Setelah Lorry memakai clodi, giliran emaknya mupeng. Memakai pembalut sejenis punya miss bebi. Bertemulah saya dengan MENStrual PAD. Pembalut kain reuseable (IYAP!!! Gada lagi sampah pembalut ;). Permukaannya lembut, g tembusss jeng, engga berkerut (jiha, pake sayap soalnya). Awalnya saya sempat kuatir, kebayang2 Lorry pake clodi yang kadang rembes kemana2, pesing pula. Ternyata Menspad aman, nyucinya tinggal rendam, pake bola cuci (kisah si bola cuci ada dibawah), cek ucek... beres deh. Saya pake merke Cluebebe seharga 30-40K each. Ada yang night/day. Saran saya si beli yang night saja, karena lebi panjang dan bisa dipake siang dan malem #emakcerdas... punya 7 biji cukup lah satu siklus mens. Bebas pemutih, bebas sampah.

BONEPAD, ini koleksi terbaru saya. Alasan beli karena pengen tau bentukannya. Fungsinya hampir sama seperti Menspad, hanya lebi lebar dan gede, langsung nempel ke CD. Daya serapnya bisa disesuaikan tinggal masukin insert (penyerap) sesuai kebutuhan. Klaim di leafletnya bisa dipakai dari bebi sampai nini2 aki2. Belum dicoba yang ini, menunggu siklus menstruasi berikutnya (sementara menunggu, sy aplikasikan dulu ke nona bebi. Kegedean dan g rapih si masuk celana minis dia, ataukah memang perlu eksperimen lebih lanjut?)
 
Zreng zreng zreng... akhirnya si BOLA CUCI atau laundry ball. Keajaiban laen dunia dah hahaha –atau saya yang katro saja-. Saya jarang nonton TV, apalagi iklan, mentok-mentok juga ngenet buat  tau informasi dunia luar. Info tentang bola cuci ini juga saya dapat secara online dari teman saya (cek fb : savinashop). Bola cuci pertama yang saya punya, berjudul MAGIC BALZ, @17K only! Di tokopedia, saya beli 3 sekaligus karena penasaran, dipraktekin dan ternyata betul, they work! Saya tidak memakai mesin cuci, pakai tangan saja. Jadi rendam baju di dalam ember bersama laundry ball selama 30 menit (atau lebih, bahkan kadang saya tinggal tidur tiduran, angon si bebi, beberes rumah. Yiah, selama itu, tapi rasanya ditangan keset, engga bau apek walau tidak kering atau direndam lumayan lama). Yang aga sulit kalau terdapat noda membandel. Harus cek ucek lebih keras (FYI, saya masi bermasalah dengan de Quervain’s syndrome), atau memakai sabun mandi, sikat2, usep keringet *pyuuuhh*. Ini karena saya belum punya stick noda ya. Karena merasa bola2 ini bermanfaat, maka saya lebih pede untuk membeli ecowash di savinashop seharga 150K. 17K saja berasa bedanya, apalagi 150K (semoga ^0^). Didalam kemasan ecowash sudah terdapat stick noda. Mengenai hasil cuci si ecowash ini akan saya ceritakan di dongeng berikutnyahh....
Menurut klaimnya, bola cuci ini bisa dipakai 3 taun, hanya dengan sekali bilas, mencuci jadi lebih mudah.... baju lebih aman karena tidak ada kontaminan detergen, dan I.R.I.T, I.J.O (ohhhh... i hearted this words).
Segala macem pembalut tadi tidak boleh dicuci dengan detergen ya ibu bapak, awalnya saya memakai sabun mandi bebi. Setelah ada bola2 ini, idup menjadi lebih mudah (kecuali bagian ucek mengucek).

See, hidup ijo jadi semakin mudah
Lakukan hal yang kecil, as simple as picking up ur candy plastic, kalau kita melakukan secara konsisten, then it goes viral... menular, dan kita menyelamatkan bumi.

Cheers up & mari kita ngijo sanak sodara sekalian ^^

2 komentar:

  1. Thx u sayyy.nice info sist. Hrs dimasukkan dlm daftar belanja...

    BalasHapus
  2. have a green fun ya jeng risna hihihhi =)

    BalasHapus