8 November 2012
JERITAN
CPP 3 SERI
Semalem waktu ngelakuin
Medical Check Up calon pemegang polis asuransi, datang emba2 usia 26 tahun.
Ngubrul ngubrul riwayat sakit and the bla and the blu, akhirnya tiba pada
percakapan sebagai berikut antara si emba (Em) dan saya (Nd)
Nd : ada penurunan berat badan beberapa waktu terakhir ini?
Em : ada dok
Nd : Berapa kilo mba?
Em : 3-4 kilo
Nd : Kenapa?
Em : Engga tau kenapa dok, stress mungkin ya, engga kerasa. Dulu
waktu pengen nurunin berat badan g turun-turun, sekarang malah turun.
Nd : oooooooooooooo. Sejak kapan itu mba?
Em : Bulan Juli
Nd : Lamarannya kapan?
Em : Bulan Juni, setelah itu jadi berasa turun dok
Nd : Ooooooooooooooooooooooo (jumawa... pertanyaan sy tepat)
**watchout!!!!!
sesi curhat dimulai**
Nd (ambil posisi, mulai bersandar-sandar di kursi... pose
bersahabat, supaya si Em berkisah lebih banyak ^0^)
Nd : Pusing persiapan resepsi gitu ya mba?
Em : Engga juga sih dok, kalau itu biasa2 aja. Makin deket tu
makin mikir dok, ini beneran cowo yg saya mau engga ya.
Nd : lah dijodohin ya mba?
Em : Engga, pilihan sy sendiri
Nd : Lalu, ada masalah? (pasang senyum, mata dilebarkan supaya suasana
menghangat)
Em : Engga si dok, tiba2 g yakin aja
**fireworks!!!! Jeritan hati CPP seri 3. Diakhiri dengan adegan
penandatanganan form GCU asuransi antara saya sebagai pihak Tercurhat dan Em
sebagai pihak mencurhat. FIN! Kenapa seri 3?
Seri 1 terjadi ketika seorang
pasien konsulan, wanita usia 25 tahun datang dengan keluhan nyeri dada yang
hilang timbul. Setelah sekian menit sesi sharing, terkuaklah derita seorang CPW.
CPW 1 merasa di keluarga CPP ada semacam atmosfer yang engga enak... musuh
dalam bed cover. Tiap kali ada pertemuan keluarga dan bertemu dengan oknum keluarga
tersebut, si CPW merasa engga tenang, padahal sebentar lagi mereka MENIKAH. CPW
1 belum bisa menceritakan hal ini kepada CPP. Kegalauan bermula.
Seri 2 ...
Terjadi chat antara saya dan
temen SD sy yg mo nikah. Dia tiba2 berkisah ‘makin dekat hari H makin banyak
cobaan Jeng. Tiba2 jadi ragu tentang pasangan kita, tiba2 jadi kepikiran
mantan, ngebandingin pasangan kita dengan lelaki lain.’ Oieaaahhh... jadilah
Jeritan Hati CPW2!
Begitulah saodara-saodara,
betapa kerasnya perjuangan kami menjadi seorang CPW. Ngadepi lingkungan, ortu,
ibu, yang menuntut kami menjadi sorang ‘W-A-N-I-T-A’ iyo, literally. Yang
multitasking, yang bisa pake kostum biru dengan rok merah mini dan legging
biru, plus simbol S gede di dada. Yeaaa... it’s not easy to be US.
Pesan moral dari cerita
diatas :
Boiii.. para CPP yang baek
hatinya, hey cobalah dengar hey jeritan hati seorang CPW
Sibakkan rambut di telinga,
bisa dilakukan pembersihan liang telinga apabila diperlukan, atau ear candle...
fokus, dan dengarkan apa kata wanita anda. Biarkan wanita anda mendongeng, buka
mata lebar, relaxkan bahu... jangan defensif... dengerinnn ajaa. Di akhir
cerita berikan komentar yang positip, suportif, dan tenang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar