to the 'W

Daisypath Wedding tickers

27 Jul 2015

DETOKSIFIKASI HAPE









Liburan seminggu bersama ayah (baca: langka) membawa beberapa hikmah dan catatans.

Selama kita jalan kemanapun, lihat orang dimana-mana semua sibuk (dengan hape masing-masing).  Termasuk kami. Di sela-sela kebersamaan bareng Lorry, tetep lah masi ada saat2 autis dengan smart phone masing-masing. Do path, instagram, wa, bbm, la la la.

Banyak campaign tentang pembatasan pemakaian hape ini ya saudaraku, tapi disini sy bercerita dan sisi saya sebagai wanita dan emak sekaligus penggiat bisnis OL (kibas poni).

Pernahkah terbayang dalam sehari meminimalkan penggunaan telepon pinter? Hannya memakai hp untuk hal2 emergensi semacem telpon dan sms (untuk keperluan yang benar2 penting saja, bukan cekaka cekikiii lo ya). Lalu memaksimalkan waktu ‘bengong tanpa hp’ dengan membaur ke dunia nyata. Iyaah, ngobrol sama orang disamping kita, berkenalan dengan orang baru dengan cara yang ‘real’.

Resah gelisah ga klo seharian g buka media sosial?

Yang paling bikin gatel gelisah buat saya adalah instagramming hahaha… g puas rasanya lihat hal lucu g dishare, tapi klo selama bareng sama Lorry atau ayahnya, share pun ala kadarnya.. posting dengan caption pendek trus habis itu dibiarin bgitu aja. Mulai ada rasa ‘engga enak’ buat sy, doing socmed-ing ditengah2 acara keluarga. Kcuali Cuma ada saya doang.

Yeah, sy lebih banyak berinteraksi dengan orang jaman-jaman smart phone belum semenjamur sekarang dengan berbagai app yang menggiurkan untuk killing time.

Terutama setelah ada Lorry. Jadi makin sadar diri untuk membuat lingkungan yang ‘biasa aja’ untuk tumbuh kembang dia. Bisa bersosialisasi dengan normal dan real… bisa kejar-kejaran dengan anak-anak seusianya, atau sama emak bapaknya ini. Gempor pastinya…. Tapi ngapain sih Steve Jobs tetep membebas gadget-kan anak-anaknya sedangkan dia sendiri bikin gadget2 yang bikin orang ngiler benar?

Mari kita coba sehari detox hape

  • Matikan henfon selama mungkin.(bisa diskip… karena si ayah pasti protes ‘Apaaa? Matiin? G mungkin.)
  • Henfon hanya boleh dipake untuk telponan dan SMSan saat butuh banget, bukan untuk ngobrol ngalor-ngidul
  • Buka WhatsApp sekali dalam sehari, untuk apdet kerjaan atau sekolah. Segala chat diluar kerjaan dilarang dibuka.
  • Apps yang paling haram dibuka: Instagram, Path, Twitter, Line, games, WhatsApp (untuk ngerumpi).
  • G bawa hape sebagai teman tidur, tidak gadgetting sebelum tidur
  • 30 menit pertama setelah kita bangun tidur, lakukanlah hal-hal yang lebi ‘manusiawi’… basuh muka, stretching, wudhu, instead of checking social media
  • Membuat zona ‘no phone’ berilah waktu 1-2 jam dalam sehari untuk focus pada apa yang ada di depan kita (kerjaan, keluarga) tanpa checking2 update status
  • Pernah kah kita sadar setiap berapa kali dalam satu jam melakukan checking socmed?

Jadi jelas ketika kita nganggur, bukan ke hape ya bapak ibu arahannya. Be more socialized (for real).

Rasakan bedanya. Manusia memang makhluk sosial ya, tapi jangan sampai gadget takes control of our real social life dear ;-).

19 Jun 2015

Yangpa's List



Yangpa’s list

It’s kind of downbeat of life but We will not go down anyway =)

Di posting sebelumnya (baca sini) yang sangatt lama, sebelum Lorry lahir, waktu saya hamil. Saya perna bercerita tentang seru dan menantangnya kehamilan saya, dengan Lorry yang digembol kemana-mana, papa yang sakit, suami antara ada dan tiada, sekolah (tempat dimana kita messed up dengan prioritas). Kali ini tentang sakit papa.

2 tahun bukan waktu yang pendek untuk menikmati saat-saat kelahiran Lorry, ngelihat beberapa moment berharga datang, adek saya wisuda, dan banyak hal yang terjadi. 2 tahun buat papa menurut dokter2 yang merawat itu sudah luar biasa, diatas angka ‘rata-rata’. Alhamdulillah, terimakasih untuk Allah yang telah memberikan waktu sekian lama untuk tetap membina rasa sayang, cinta, dan kenangan-kenangan di keluarga kami.

Serangkaian terapi papa sudah sampai pada tahap maksimal, dosis maksimal, batas toksisisitas obat, dan kadang juga emosi papa yang lebi labil karena sakit lama. Setiap saat, dalam waktu 2 tahun terakhir sebenarnya kami berusaha untuk kejar-kejaran dengan penyakit papa. Kami tahu, dan saya tahu benar, ending untuk cancer tetap tidak baik, tapi kami berjuang untuk itu.
Sampai seminggu terakhir ini kondisi papa mulai turun. Nafsu makan mulai berkurang, lemah, ngantuk, aktifitas berkurang drastis dibanding sebelumnya. Kebetulan papa mengkonsumsi obat kemoterapi 2nd line yang terakhir, Stivarga. Dokter internist yang memberikan rekomendasi papa untuk mengkonsumsi obat ini juga bilang kalau obat ini jarang dipakai, kecuali untuk kasus yang resisten. Harganya juga ampuun, tapi kami selalu yakin kita g pernah tahu sebelum mencoba. Seminggu lebih papa mengkonsumsi obat ini, ternyata engga cukup untuk menangkal sel cancer papa.

So here we are…
Papa terkena encephalopati hepatic, suatu keadaan yang sering terjadi pada kasus cancer yang metastasis (menyebar) ke liver (hepar). Karena papa mengalami liver failure akibat penyebarannya tersebut, terjadilah ini semua. Papa jadi sulit untuk berkata-kata karena tenggorokan yang kering, lidah berasa sariawan, susah menelan, susah jalan, batuk ngikil, bleeding, bingungan. Perawatan papa menurut medis sekrang ini terbatas untuk menangani tiap keluhan papa dan mencegah progresifitas ke koma hepaticum … iya koma.
Seperti lingkaran yang tidak ada habisnya, ada bleeding, transfusi, diberi anti perdarahan, tapi diatas itu semua penyebab utama dari semua ini tidak bisa dikendalikan lagi.
Saya dan adik-adik bertekad untuk memberikan papa moment terbaik sekarang ini. Apa yang membuat papa senang, lega… kami berusaha supaya papa engga lagi fokus pada sakitnya.

We do make a list…
Daftar-daftar yang sekiranya bisa dilakukan selama papa dirawat di RS, selama papa masi baik, dan masih dapat merespon apa yang kami lakukan.
Saya, mama, adik2 tahu benar ending dari semua ini, yang kami tidak tahu kapan dan dengan detil proses sperti apa. Kami sedih? Pasti, itu sudah tidak bisa digambarkan dengan kata-kata. Walaupun diluar saya tenang, karena saya harus bisa menjelaskan secara benar dan kuat didepan mama dan adek-adek. Kita sedih, dan diam itu g akan merubah apapun lebih baik, dan waktu terus berjalan, jadi kami memutuskan melakukan sesuatu untuk papa. Akhirnya seperti apapun kisah ini, ketika kami sepakat untuk melakukan hal yang lebih  baik, kami rasa tidak ada ruginya. 

the list


The List
Cerita di blog ini adalah salah satu list itu. Sharing is caring. Apa yang terjadi di papa semoga tidak terjadi di orang lain. Papa waktu itu tidak memiliki body & health conscious yang cukup baik. Dari pola makan, pola hidup, menyikapi keluhan-keluhan tubuh yang sering tidak kita anggap serius, padahal hell yeah it’s deadly serious!
Tiba-tiba sudah pada terminal stage yang bahkan kami tidak tahu pasti kapan keluhan itu pertama kali muncul. Tiba-tiba? NOPE! Semua berproses, dari pre-cancer sampai cancer sebetulnya butuh waktu bertahun-tahun, belasan, bisa puluhan. Keluhan-keluhan smisal perubahan pola BAB, demam yang tidak jelas, yang kadang kita anggap sakit perut biasa. 

Saya bertekad untuk hidup lebih baik daripada orang tua saya, all the way. Tidak makan sembarangan, dan berusaha bikin pola yang lebih sehat untuk keluarga minis saya dengan ayah dan lorry (bapak2 terbiasa makan asal enak). Sehat itu investasi berharga, setelah semua yang saya alami sendiri, makan benar adalah cara berinvestasi kesehatan.
Foto Keluarga terakhir kami di RS
Papa suka mendongeng untuk kami ketika kecil. Saya sendiri adalah story tell freak, yang tidak bisa tidur sebelum cerita dibacakan. Ketika papa pulang dari kerja semalam apapun, kami selalu siap-siap dengan halaman ‘dongeng nina bobo’ di suara merdeka. Setelah kami besar, kami baru sadar cerita-cerita itu priceless. Hal yang paling kita ingat, kita pikirkan terus, adalah hal yang biasanya kita bawa ke mimpi, dan hal yang paling kita ingat biasanya hal terakhir yang kita lakukan… iyah, cerita sebelum tidur. Papa dan ceritanya membuat saya menjadi suka sejarah, cinta buku, dan jadi kepo terhadap tulisan-tulisan. Saya mulai membangun mimpi jadi arkeolog ketika papa bercerita tentang berbagai situs sejarah, mimpi jadi duta/ konsulat  ketika papa cerita tentang bung karno dan tokoh2 pergerakan nasional. Saya berlatih mewariskan ini ke Lorry, dimulai dengan kisah bebi sumil dan boneka2nya yang lain. Harapan saya Lorry bisa ndengerin satu dongeng yangpa belum bisa saya wujudkan. Smoga suatu saat bunda bisa nyeritain ini ke Lorry ya nak  waktu Lorry sudah bisa ngerti ;’(.

Sekarang papa tidak bisa lagi bercerita seperti dulu, tenggorokan papa kering, untuk bilang beberapa kata saja papa susah. It’s our turn to telling back the story, ndongengin papa tentang hal yang papa suka. Buku biografi tokoh nasional terbaru mungkin?

Setelah Lorry lahir, sy jadi tahu rasanya punya anak cewe, walaupun sy g seprotektif mama papa, walupun belum ada bayi cowo yang ngelirik ke Lorry waktu kami jalan bareng. Hal yang paling melegakan salah satunya adalah bisa mengantar anaknya ke finish line, entah itu pernikahan, pas punya cucu, pas wisuda. Jadi kami berpikir, memberikan kesempatan papa sekali lagi untuk melihat putrinya menikah semoga bisa menjadi kenangan membahagiakan buat papa. Seorang cewe butuh wali untuk menikah, disitulah papa mungkin merasa masih punya tanggung jawab yang ‘unfinisihed.
Pada Lorry yang  masih balita saja saya sering bilang pas dia tidur ‘Bunda pengen lihat adek lari pertama kali, jatuh cinta pertama kali, puber, nikah… semoga Allah ngasi kesempatan Bunda untuk ada di samping Lorry’. Itu momen emosional buat saya dan Lorry, apalagi buat papa dengan keadaan seperti ini.

Lorry adalah cucu pertama papa. Saya hamil 3 bulan ketika papa divonis cancer, dan selama itu pula Lorry ikut digembol ngalor ngidul nemeni papa terapi, kemo, operasi. Sejak Lorry sudah mulai bisa aktif berinteraksi dengan sekitarnya, jalan, lari, teriak, lompat-lompat. Tiap orang yang lihat pasti gemes pengen gendong, cubit2, ngajak dia nyanyi, ngegodain. Adalah heartbreaking moment buat papa, ketika papa g bisa gendong Lorry karena kuatir Lorry nendang stoma-nya. Atau waktu Lorry lari-lari ngegodain papa di kamar, narik2 tangan papa buat ngajak main, tapi papa terlalu lemah untuk beranjak dari tempat tidur . Mengajak Lorry bertemu dengan yangpa dalam keadaan yangpa bisa merespon ocehan dan sentuhan menjadi niatan saya sebelum papa dirawat. Allah punya rencana yang lebih baik, papa masuk ke RS dini hari karena bleeding di stomanya, padahal saya dan Lorry sudah siap-siap untuk pulang pagi harinya. Tidak ada cara lain mempertemukan papa dengan Lorry selain membawa bocah ini ke RS. 

Lorry is just a. beibi...
Lari kesana sini, panjat sana sini, ndeketin papa dengan andalan salam ‘dadada.... muacchhhh’. Papa masih menyadari kedatangan Lorry, walaupun responnya tidak seperti sebelum-sebelumnya. Alhamdulillah sempat foto bareng. Kami melakukan foto keluarga lebih awal dari yang kami rencanakan (kami berencana melakukannya Ramadhan ini, pas Ayah g jaga, onti, om semua ada). Semoga kemarin bukan yang terakhir papa bisa ndenger bawelnya Lorry.

Mendatangkan simbah (ayah papa)

Mendatangkan teman-teman dekat papa

Mencetak dan memasang foto2 bareng papa

Terus mendekatkan papa dengan dzikir

Kami bertekad untuk menyebarkan cancer awareness, karena semakin orang tau dan tidak tabu untuk berbagi tentang sakitnya, tentang sehat, tentang kesadaran diri.
Kami sedih ... tentu saja, tapi kami berusaha menjadikan sakit papa sebagai pembelajaran. Supaya engga ada lagi kejadian seperti papa, stidaknya  mengurangi kejadian cancer, karena makin banyak orang sadar sehat. 

I do typing this in tears, of course... better than do nothing in tears.
.... daftar ini terus berjalan...
.... yangpa kita tidak menyerah ya, kita ikhlas =)

#saat saya posting blog ini, papa sudah meninggal 3 hari yang lalu. Adik saya ijab di depan papa yang masih dipasang ventilator.

13 Jan 2015

Mari NGIJO



Mari NGIJO

Setelah posting foto mengenai pritilan ngijo di instagram, berikut adalah cerita saya mengenai usaha kami (stidaknya saya dan malorry) untuk lebih ramah pada bumi.
Sejak SMU, saya memang melatih diri sendiri untuk berlatih disiplin pada hal-hal kecil. Salah satu diantaranya adalah mengurangi sampah, bertindak lebih rapi, dan ekonomis (hehehe... tetep ada yang ini). 
Instagram media by indra.wsd - Learning to be eco friendly :) #clothdiapers  #bonepad #ecoball #laundryball #cluebebe #menspad sejak ada #keepingupwithmalorry  sy jadi lebi belajar jaga bumi... skaligus bertindak ekonomis. Mengurangi sampah, recycle, reuse. Checking out my next blogg y tentang kami blajar ngijooo

1.   Bawa kantong belanja sendiri
Kemana2 bawaan emak ini yang wajib adalah kantong kain. Multifungsi, dan bisa dipakai kembali, kotor tinggal dicuci. Jadi ketika nginjek tempat belanja, maka pemakaian plastik bisa dikurangi. Tolak plastik slama kita bisa.
2.   Kantongi sampah
Seperti refleks, pada beberapa orang, apabila tidak ada tempat sampah=bisa buang sampah dimana saja. Alhamdulillah reflek sy sudah berubah, bungkus permen atau makanan kemasan-pun akan saya kantongin dan bawa ngalor ngidul di tas, apabila tidak ada tempat sampah. Atau reflek teriak ‘JANGANNNNNN!!!!’ sambil nutup muka *hmmm... that’s too much* yang sering mendapat teriakan ini siapa lagi kalo bukan suami saya sendiri, dan yangma, dengan kejadiannya mostly di mobil hahaha
3.   Closet stripping
Tiap 3-6 bulan sekali setidaknya, coba lihat lemari baju anda.... tratatatata.... kadang g berasa baju kita menggunung sejak jaman purba sampai sekarang (berasa baju banyak, tapi masih beli2 juga).  Dengan stripping kita bisa memilah-milah baju mana yang masih benar-benar dipakai, bisa mixmatch baju lama, menyadarkan diri baju jenis apa yang benar2 perlu dibeli (jadi minimazing tindakan konsumtif). Pisah-pisahkan baju menurut jenis, warna, atau bahan. Apalagi sekarang saya di kontrakan yang segede kombong miniatur gajah mini, dituntut lebih kreatif ngatur dan membatasi baju supaya tidak menggunung di rumah #sick. Sebulan sekali sekarang, lemari baju kembali diobrak abrik, baju2 yang loose dengan bahan ‘terbang2 tidak akan dipakai selama musim dingin, eh hujan. Sebaliknya... baju2 anget IN! Kalau bosan dengan baju2 tertentu, sy lebi sering ngakalin (permak) baju lama sebelum bener2 beli hihihi...
4.   Pakai kertas bolak balik
Ini Point yang masi sering menjadi masalah, karena si Ayah sering tidak sabaran comot kertas, entah sekedar untuk coret2 atau nyatet pesanan makan, smua dilakukan di kertas baru. Padahal saya sudah memberi label kertas re-USE.
5.   Pritilan pro IJO
Tralalalallala....... Ini adalah hal2 baru yang akhirnya sy pakai sebagai pritilan pro-IJO
CLODI, semua berawal dari nona bebi yang membutuhkan lebih dari sekedar celana. Pakai pospak g sehat, pantatnya ruam (dan mahal bu ibu jatohnya), pake celana biasa, sy hanya emak biasa yang belum mampu mampu menghadapi ompolan nona bebi menggenang dimana2 *crying outloud*. Syukurlah ada clodi, sebuah penemuan luar biasa abad ini, penyelamat ibu2 semacam saya.
Celana popok ini mampu menampung pipis sampai 100cc (tergantung insert penyerapnya). Modelnya lucu2 (yang pada akhirnya sy pikir tidak ada guna, karena lorry selalu pake celana luaran). Harga sekitar 50-70k, each. Mahul ya jengggg klo dilihat diawal, tapi percayalah, ini investasi yang amat bermanfaat. Merke bisa bermacam2. Saya si pilih merk lokal aja yang affordable dan dayanya ga kalah sama clodi impor. GG, Pempem, Klodiz, Cluebebe, dll... the best so far bebibum, pumpkins sama GG untuk daya hisap dan anti kocar kacirnya =). Lorry skrg punya skitar 20 varian clodi.

20x70k (ambilah rata2 skian, kurleb) = 1.400.000

Lama pemakaian? Bisa puluhan kali, bisa diwariskan, bisa dijual (berlaku untuk clodi2 impor kali ya). Bisa dibandingkan pengeluaran kalau menggunakan pospak.
Lihat.... menggiurkan bukan? Hehehehe

Setelah Lorry memakai clodi, giliran emaknya mupeng. Memakai pembalut sejenis punya miss bebi. Bertemulah saya dengan MENStrual PAD. Pembalut kain reuseable (IYAP!!! Gada lagi sampah pembalut ;). Permukaannya lembut, g tembusss jeng, engga berkerut (jiha, pake sayap soalnya). Awalnya saya sempat kuatir, kebayang2 Lorry pake clodi yang kadang rembes kemana2, pesing pula. Ternyata Menspad aman, nyucinya tinggal rendam, pake bola cuci (kisah si bola cuci ada dibawah), cek ucek... beres deh. Saya pake merke Cluebebe seharga 30-40K each. Ada yang night/day. Saran saya si beli yang night saja, karena lebi panjang dan bisa dipake siang dan malem #emakcerdas... punya 7 biji cukup lah satu siklus mens. Bebas pemutih, bebas sampah.

BONEPAD, ini koleksi terbaru saya. Alasan beli karena pengen tau bentukannya. Fungsinya hampir sama seperti Menspad, hanya lebi lebar dan gede, langsung nempel ke CD. Daya serapnya bisa disesuaikan tinggal masukin insert (penyerap) sesuai kebutuhan. Klaim di leafletnya bisa dipakai dari bebi sampai nini2 aki2. Belum dicoba yang ini, menunggu siklus menstruasi berikutnya (sementara menunggu, sy aplikasikan dulu ke nona bebi. Kegedean dan g rapih si masuk celana minis dia, ataukah memang perlu eksperimen lebih lanjut?)
 
Zreng zreng zreng... akhirnya si BOLA CUCI atau laundry ball. Keajaiban laen dunia dah hahaha –atau saya yang katro saja-. Saya jarang nonton TV, apalagi iklan, mentok-mentok juga ngenet buat  tau informasi dunia luar. Info tentang bola cuci ini juga saya dapat secara online dari teman saya (cek fb : savinashop). Bola cuci pertama yang saya punya, berjudul MAGIC BALZ, @17K only! Di tokopedia, saya beli 3 sekaligus karena penasaran, dipraktekin dan ternyata betul, they work! Saya tidak memakai mesin cuci, pakai tangan saja. Jadi rendam baju di dalam ember bersama laundry ball selama 30 menit (atau lebih, bahkan kadang saya tinggal tidur tiduran, angon si bebi, beberes rumah. Yiah, selama itu, tapi rasanya ditangan keset, engga bau apek walau tidak kering atau direndam lumayan lama). Yang aga sulit kalau terdapat noda membandel. Harus cek ucek lebih keras (FYI, saya masi bermasalah dengan de Quervain’s syndrome), atau memakai sabun mandi, sikat2, usep keringet *pyuuuhh*. Ini karena saya belum punya stick noda ya. Karena merasa bola2 ini bermanfaat, maka saya lebih pede untuk membeli ecowash di savinashop seharga 150K. 17K saja berasa bedanya, apalagi 150K (semoga ^0^). Didalam kemasan ecowash sudah terdapat stick noda. Mengenai hasil cuci si ecowash ini akan saya ceritakan di dongeng berikutnyahh....
Menurut klaimnya, bola cuci ini bisa dipakai 3 taun, hanya dengan sekali bilas, mencuci jadi lebih mudah.... baju lebih aman karena tidak ada kontaminan detergen, dan I.R.I.T, I.J.O (ohhhh... i hearted this words).
Segala macem pembalut tadi tidak boleh dicuci dengan detergen ya ibu bapak, awalnya saya memakai sabun mandi bebi. Setelah ada bola2 ini, idup menjadi lebih mudah (kecuali bagian ucek mengucek).

See, hidup ijo jadi semakin mudah
Lakukan hal yang kecil, as simple as picking up ur candy plastic, kalau kita melakukan secara konsisten, then it goes viral... menular, dan kita menyelamatkan bumi.

Cheers up & mari kita ngijo sanak sodara sekalian ^^