Liburan seminggu bersama ayah (baca:
langka) membawa beberapa hikmah dan catatans.
Selama kita jalan kemanapun, lihat
orang dimana-mana semua sibuk (dengan hape masing-masing). Termasuk kami. Di sela-sela kebersamaan bareng
Lorry, tetep lah masi ada saat2 autis dengan smart phone masing-masing. Do path,
instagram, wa, bbm, la la la.
Banyak campaign tentang pembatasan
pemakaian hape ini ya saudaraku, tapi disini sy bercerita dan sisi saya sebagai
wanita dan emak sekaligus penggiat bisnis OL (kibas poni).
Pernahkah terbayang dalam sehari
meminimalkan penggunaan telepon pinter? Hannya memakai hp untuk hal2 emergensi
semacem telpon dan sms (untuk keperluan yang benar2 penting saja, bukan cekaka
cekikiii lo ya). Lalu memaksimalkan waktu ‘bengong tanpa hp’ dengan membaur ke
dunia nyata. Iyaah, ngobrol sama orang disamping kita, berkenalan dengan orang
baru dengan cara yang ‘real’.
Resah gelisah ga klo seharian g buka
media sosial?
Yang paling bikin gatel gelisah buat
saya adalah instagramming hahaha… g puas rasanya lihat hal lucu g dishare, tapi
klo selama bareng sama Lorry atau ayahnya, share pun ala kadarnya.. posting
dengan caption pendek trus habis itu dibiarin bgitu aja. Mulai ada rasa ‘engga
enak’ buat sy, doing socmed-ing ditengah2 acara keluarga. Kcuali Cuma ada saya doang.
Yeah, sy lebih banyak berinteraksi
dengan orang jaman-jaman smart phone belum semenjamur sekarang dengan berbagai
app yang menggiurkan untuk killing time.
Terutama setelah ada Lorry. Jadi makin
sadar diri untuk membuat lingkungan yang ‘biasa aja’ untuk tumbuh kembang dia. Bisa
bersosialisasi dengan normal dan real… bisa kejar-kejaran dengan anak-anak
seusianya, atau sama emak bapaknya ini. Gempor pastinya…. Tapi ngapain sih
Steve Jobs tetep membebas gadget-kan anak-anaknya sedangkan dia sendiri bikin
gadget2 yang bikin orang ngiler benar?
Mari kita coba sehari detox hape
- Matikan henfon selama mungkin.(bisa diskip… karena si ayah pasti protes ‘Apaaa? Matiin? G mungkin.)
- Henfon hanya boleh dipake untuk telponan dan SMSan saat butuh banget, bukan untuk ngobrol ngalor-ngidul
- Buka WhatsApp sekali dalam sehari, untuk apdet kerjaan atau sekolah. Segala chat diluar kerjaan dilarang dibuka.
- Apps yang paling haram dibuka: Instagram, Path, Twitter, Line, games, WhatsApp (untuk ngerumpi).
- G bawa hape sebagai teman tidur, tidak gadgetting sebelum tidur
- 30 menit pertama setelah kita bangun tidur, lakukanlah hal-hal yang lebi ‘manusiawi’… basuh muka, stretching, wudhu, instead of checking social media
- Membuat zona ‘no phone’ berilah waktu 1-2 jam dalam sehari untuk focus pada apa yang ada di depan kita (kerjaan, keluarga) tanpa checking2 update status
- Pernah kah kita sadar setiap berapa kali dalam satu jam melakukan checking socmed?
Jadi jelas ketika kita nganggur, bukan ke hape
ya bapak ibu arahannya. Be more socialized (for real).
Rasakan bedanya. Manusia memang makhluk sosial
ya, tapi jangan sampai gadget takes
control of our real social life dear ;-).


